Senin, 06 Februari 2012

menjadi diri sendiri adalah mulia

(bekson-nya my heart will go on-titanic)
#eaaaaaaa
raono hubungane tenan ...

banyak orang kadang ingin menjadi orang lain
ya, sayapun pernah mengalaminya
menjadi eksis, dikenal sana-sini, disegani, yang setiap kelakukan kita itu terlihat “wow”
tapi apa gunanya ya ?

apa gunanya bila kita disanjung oleh banyak orang ketika kita melakukan hal yang menakjubkan
namun akan dicaci maki ketika satu hal kecil yang tidak sengaja kita lakukan telah melukai orang lain

ketika kita jatuh dan hanya dihantui senyuman kecut
ketika kita rubuh hanya diberi raut muka acuh

apa gunanya ?


bahwa menjadi diri sendiri adalah mulia :)

hayyuuuu

dulu,
mungkin dikenal sebagai orang yang baik hati, tidak sombong, dan rela berkorban
(mungkin lho ya ini...)
lebih tepatnya "terpaksa" rela berkorban
rasanya liat kerjaan itu kayak lagi makan, pengennya cepet habis, minum, trus kenyang
santai dikit aja berasa aneh
ini kok aneh ya ? gag ada yang dikerjain (boong banget) hahahaaa

tapi makin kesini ada niatan buat sedikit "egois"
hhmmmm sepertinya bakal bermanfaat
#mukasetan

selalu mengingatkan diri sendiri
"tetep dijalurmu nong!"
inget, mana kerjaan, mana tanggung jawabmu, jangan suka ngrebut "lahan" orang ah !
hayyyuuuu ^^

tapi kenapa ya kadang-kadang tu gregetan gimanaaaa gitu
bingung deh yaaa --"




\

Kamis, 08 Desember 2011

dingin

temaram senja yang semakin tebal
menghujam tanah tanda terkulai

rasa itu kian memuncak
mengais sisa harapan semu

lambain kicau dara
menarik torehan memori rasa

bahwa rindu ini mustahil
bahwa kasih ini terlarang

Rabu, 30 November 2011

bukannya aku tak suka

bukannya aku tak suka
hanya tidak ingin melihatmu seperti itu ..

Senin, 10 Oktober 2011

Kursi rotan di ujung jalan

Berada di ujung jalan yang berliku,
dengan lampu jalan temaram bersinar redup.
Kursi tua berbahan rotan berdecit dengan iringan angin semilir.
Hembusan asa yang terkikis dan menipis
Tiga tahun yang lalu ..

Gadis muda berambut ikal berjalan pelan menyusuri jalan
 Jalan panjan yang penuh dengan alunan musik lama
Digenggamnya sebersit harapan pilu
Begitu erat, hingga waktu tak mampu merenggutnya

Di kursi itu mereka bersua
Senyum kecil mewarnai tiap frasenya
Mendendangkan alunan kenangan yang tak kunjung usai
Bermain cerita membaca nuansa

Hingga waktu yang mengakhirinya
Waktu yang merenggutnya

Tiga tahun lalu
Di kursi yang sama
Di jalan yang sama

Kamis, 22 September 2011

persimpangan ini

dan kembali lagi aku di persimpangan ini
gerimis sendu mengalun lirih

apa daya kaki berjalan gontai
mengusung asa yang tak lagi terbuai

persimpangan ini
tanda mata dari lubuk harapan

hilang
tak berbekas