Sabtu, 03 Maret 2012

cerdas hati


Apakah dengan diam itu masalah akan selesai ?
Bahkan menjadi antipati terhadap orang sekitar
Padahal anda itu adalah salah satu orang yang meng”koar-koar”kan kata “profesional” dalam bekerja
Saya yakin, anda bukan termasuk orang yang “tidak tahu di-ketidak tahuan-nya”
Sangat disayangkan, padahal anda cerdas .. 

_Dan kini saya tahu orang yang cerdas pikirannya tidak lantas menjamin orang itu cerdas hatinya

Buang saja



Suatu hari kau pergi ke pegunungan dengan bukit-bukitnya yang indah namun terpencil
Jauh dari peradaban, minim komunikasi dan sumber  teknologi
Apalagi jarak yang kau tempuh sangat jauh dan dengan berjalan kaki
Kau akan merasa sangat lelah, serta beban yang begitu berat
Kemudian ada saatnya matahari akan segera erbenam dan masih 1 bukit lagi yang harus kau tempuh
Pertanyaannya, apa saja yang akan kau bawa

Tentu survival kit ikut didalamnya ..
Untuk apa ? untuk memepertahakan hidupmu, di saat paling genting
Saat dingin, kenapa kau lebih memilih mencari-cari daun dan kayu kering dan bersusah payah menghidupkan api, dibanding membawa pemanas ruangan dengan teknologi canggih
Kenapa saat lapar, kau lebih memilih membawa kompor paraffin mini yang tidak mudah menghidupkannya, dibanding kompor listrik yang tentu saja sekali “colok” langsung nyal
Karena itulah yang kau perlukan
Karena itulah yang kau butuhkan

Barang canggih tapi tidak berguna, buat apa ?
Bahwa tidak selamya apa yang lebih canggih, bagus, kerja cepat itu berguna
Barang yang tidak berguna ?
Buang saja

aku dan mari


Pernahkah pada suatu saat kau dihadapkan pada keadaan hati yang bimbang?
Pernahkah kau dihadapkan pada keadaan kau tak bisa berbuat apa-apa ?
Keadaan dimana apapun yang kau lakukan selalu dianggap salah dan tidak sesuai
Keadaan dimana tiang yang kau pegang  mulai goyah
Keadaan dimana orang yang sangat kau hormati berbalik menjadi orang yang sangat kau hindari
Ketika orang yang sangat dekat menjadi begitu asing
Hingga kau merasa dialah orang yang patut dipersalahkan atas apa yang menimpamu
Bahwa dialah orang yang paling bertanggung jawab atas permasalahanmu

Satu hal yang paling mujarab adalah lihat pada dirimu sendiri
Coba kau lihat dari 2 sisi, hitam dan putih
Mulailah dengan kata “aku”
Aku kenapa ? apa yang salah ? salah di bagian mana ?
Dan akhiri dengan kata “mari”
Mari kita koreksi bersama, mari kita selesaikan masalahnya

Dengan begitu akan tercipta energi positif, dengan saling menjaga :)

Senin, 06 Februari 2012

menjadi diri sendiri adalah mulia

(bekson-nya my heart will go on-titanic)
#eaaaaaaa
raono hubungane tenan ...

banyak orang kadang ingin menjadi orang lain
ya, sayapun pernah mengalaminya
menjadi eksis, dikenal sana-sini, disegani, yang setiap kelakukan kita itu terlihat “wow”
tapi apa gunanya ya ?

apa gunanya bila kita disanjung oleh banyak orang ketika kita melakukan hal yang menakjubkan
namun akan dicaci maki ketika satu hal kecil yang tidak sengaja kita lakukan telah melukai orang lain

ketika kita jatuh dan hanya dihantui senyuman kecut
ketika kita rubuh hanya diberi raut muka acuh

apa gunanya ?


bahwa menjadi diri sendiri adalah mulia :)

hayyuuuu

dulu,
mungkin dikenal sebagai orang yang baik hati, tidak sombong, dan rela berkorban
(mungkin lho ya ini...)
lebih tepatnya "terpaksa" rela berkorban
rasanya liat kerjaan itu kayak lagi makan, pengennya cepet habis, minum, trus kenyang
santai dikit aja berasa aneh
ini kok aneh ya ? gag ada yang dikerjain (boong banget) hahahaaa

tapi makin kesini ada niatan buat sedikit "egois"
hhmmmm sepertinya bakal bermanfaat
#mukasetan

selalu mengingatkan diri sendiri
"tetep dijalurmu nong!"
inget, mana kerjaan, mana tanggung jawabmu, jangan suka ngrebut "lahan" orang ah !
hayyyuuuu ^^

tapi kenapa ya kadang-kadang tu gregetan gimanaaaa gitu
bingung deh yaaa --"




\