Kamis, 29 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
dingin
temaram senja yang semakin tebal
menghujam tanah tanda terkulai
rasa itu kian memuncak
mengais sisa harapan semu
lambain kicau dara
menarik torehan memori rasa
bahwa rindu ini mustahil
bahwa kasih ini terlarang
Rabu, 30 November 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Kursi rotan di ujung jalan
Berada di ujung jalan yang berliku,
dengan lampu jalan temaram bersinar redup.
Kursi tua berbahan rotan berdecit dengan iringan angin semilir.
Hembusan asa yang terkikis dan menipis
Tiga tahun yang lalu ..
Gadis muda berambut ikal berjalan pelan menyusuri jalan
Jalan panjan yang penuh dengan alunan musik lama
Digenggamnya sebersit harapan pilu
Begitu erat, hingga waktu tak mampu merenggutnya
Di kursi itu mereka bersua
Senyum kecil mewarnai tiap frasenya
Mendendangkan alunan kenangan yang tak kunjung usai
Bermain cerita membaca nuansa
Hingga waktu yang mengakhirinya
Waktu yang merenggutnya
Tiga tahun lalu
Di kursi yang sama
Di jalan yang sama
Kamis, 22 September 2011
persimpangan ini
dan kembali lagi aku di persimpangan ini
gerimis sendu mengalun lirih
apa daya kaki berjalan gontai
mengusung asa yang tak lagi terbuai
persimpangan ini
tanda mata dari lubuk harapan
hilang
tak berbekas
Jumat, 06 Mei 2011
bukan
bukan aku
diam dan diam
bukan aku
sendiri padam sunyi
jangan lihat aku seperti itu !
sungguh bukan aku
singkirkan ambisimu tuan !
aku diam tak berguna
apa itu belum cukup ?
diam terkulai mati
Minggu, 01 Mei 2011
berujung pilu
Jendela berderak tertiup angin
Tirai tersibak terbuka dan akhirnya terkulai
Angin yang samakah dengan kemarin ?
Sepertinya bukan
Mungkin bukan kemarin atau lusa
Karena ini tentang hari ini
Bukan untukmu atau dirinya
Karena ini tentangku
Dan perjalanan ini telah sampai di penghujung pilu
berjalanlah .. belajarlah ..
berjalanlah .. belajarlah ..
Tinta itu belum kering
Jentikan jarimu, awal mula peradaban
Bagaimana kau menghargai kemampuan dan apa adanya dirimu ?
Berjalanlah dan kau akan melihat jalan terbentang luas di depanmu
Titik titik beriringan tersirat rindu
Berjalanlah, bukan untuk pergi , tapi untuk kembali
Setiap kau melangkah, pijakan itu hatimu
Ketika kau berpikir ingin berjalan, maka kau dalam keadaan tenang
Ketika kau memilih untuk setengah berlari, maka kau sedang di buru waktumu
Ketika kau benar benar berlari, maka waktu seakan akan menerkammu
Jangan berhenti !
Karena langkahmu adalah pilihanmu
Langganan:
Komentar (Atom)