Kamis, 08 Desember 2011

dingin

temaram senja yang semakin tebal
menghujam tanah tanda terkulai

rasa itu kian memuncak
mengais sisa harapan semu

lambain kicau dara
menarik torehan memori rasa

bahwa rindu ini mustahil
bahwa kasih ini terlarang

Rabu, 30 November 2011

bukannya aku tak suka

bukannya aku tak suka
hanya tidak ingin melihatmu seperti itu ..

Senin, 10 Oktober 2011

Kursi rotan di ujung jalan

Berada di ujung jalan yang berliku,
dengan lampu jalan temaram bersinar redup.
Kursi tua berbahan rotan berdecit dengan iringan angin semilir.
Hembusan asa yang terkikis dan menipis
Tiga tahun yang lalu ..

Gadis muda berambut ikal berjalan pelan menyusuri jalan
 Jalan panjan yang penuh dengan alunan musik lama
Digenggamnya sebersit harapan pilu
Begitu erat, hingga waktu tak mampu merenggutnya

Di kursi itu mereka bersua
Senyum kecil mewarnai tiap frasenya
Mendendangkan alunan kenangan yang tak kunjung usai
Bermain cerita membaca nuansa

Hingga waktu yang mengakhirinya
Waktu yang merenggutnya

Tiga tahun lalu
Di kursi yang sama
Di jalan yang sama

Kamis, 22 September 2011

persimpangan ini

dan kembali lagi aku di persimpangan ini
gerimis sendu mengalun lirih

apa daya kaki berjalan gontai
mengusung asa yang tak lagi terbuai

persimpangan ini
tanda mata dari lubuk harapan

hilang
tak berbekas

Jumat, 06 Mei 2011

bukan

bukan aku
diam dan diam
bukan aku
sendiri padam sunyi

jangan lihat aku seperti itu !
sungguh bukan aku
singkirkan ambisimu tuan !

aku diam tak berguna
apa itu belum cukup ?
diam terkulai mati

Minggu, 01 Mei 2011

berujung pilu

Jendela berderak tertiup angin
Tirai tersibak terbuka dan akhirnya terkulai
Angin yang samakah dengan kemarin ?
Sepertinya bukan
Mungkin bukan kemarin atau lusa
Karena ini tentang hari ini            
Bukan untukmu atau dirinya
Karena ini tentangku
Dan perjalanan ini telah sampai di penghujung pilu

berjalanlah .. belajarlah ..

berjalanlah .. belajarlah ..

Tinta itu belum kering
Jentikan jarimu, awal mula peradaban
Bagaimana kau menghargai kemampuan dan apa adanya dirimu ?
Berjalanlah dan kau akan melihat jalan terbentang luas di depanmu
Titik titik beriringan tersirat rindu
Berjalanlah, bukan untuk pergi , tapi untuk kembali
Setiap kau melangkah, pijakan itu hatimu
Ketika kau berpikir ingin berjalan, maka kau dalam keadaan tenang
Ketika kau memilih untuk setengah berlari, maka kau sedang di buru waktumu
Ketika kau benar benar berlari, maka waktu seakan akan menerkammu

Jangan berhenti !

Karena langkahmu adalah pilihanmu